Cintaku jauh di pulau,
gadis manis, sekarang iseng sendiri
Perahu melancar, bulan memancar,
di leher kukalungkan ole-ole buat si pacar.
angin membantu, laut terang, tapi terasa
aku tidak 'kan sampai padanya.
Di air yang tenang, di angin mendayu,
di perasaan penghabisan segala melaju
Ajal bertakhta, sambil berkata:
"Tujukan perahu ke pangkuanku saja,"
Amboi! Jalan sudah bertahun ku tempuh!
Perahu yang bersama 'kan merapuh!
Mengapa Ajal memanggil dulu
Sebelum sempat berpeluk dengan cintaku?!
Manisku jauh di pulau,
kalau 'ku mati, dia mati iseng sendiri.
Kamis, 13 Maret 2008
SEJA DI PELABUHAN KECIL
Ini kali tidak ada yang mencari cinta
di antara gudang, rumah tua, pada cerita
tiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlaut
menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut
Gerimis mempercepat kelam. Ada juga kelepak elang
menyinggung muram, desir hari lari berenang
menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak
dan kini tanah dan air tidur hilang ombak.
Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan
menyisir semenanjung, masih pengap harap
sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan
dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap
di antara gudang, rumah tua, pada cerita
tiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlaut
menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut
Gerimis mempercepat kelam. Ada juga kelepak elang
menyinggung muram, desir hari lari berenang
menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak
dan kini tanah dan air tidur hilang ombak.
Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan
menyisir semenanjung, masih pengap harap
sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan
dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap
Sabtu, 22 Desember 2007
Malam teridah
lepasku terbang ke angkasa
mencari bayangan dalam hati
angin membawanya pergi
separuh nafasku kan melayang
teringat sudah hatiku yang lain
menunggumu dimalam terindah
segarkan jiwa yang sunyi
bersama bulan dan bitang
ungkapkan hatimu kepadaku
bukanlah selembar kata cinta
di malam terindah
tubuhku melayang dalam gelap
hatiku berkata dalam cahaya
buka mata untuk langit biru
sinari malam terindah
mencari bayangan dalam hati
angin membawanya pergi
separuh nafasku kan melayang
teringat sudah hatiku yang lain
menunggumu dimalam terindah
segarkan jiwa yang sunyi
bersama bulan dan bitang
ungkapkan hatimu kepadaku
bukanlah selembar kata cinta
di malam terindah
tubuhku melayang dalam gelap
hatiku berkata dalam cahaya
buka mata untuk langit biru
sinari malam terindah
Jumat, 21 Desember 2007
Hidupku Dalam Matiku
tegakmu dengan keadilan bukan tegak badan
dan jauhmu dengan batasan bukan dengan pengasingan
dan gaibmu dengan bertirai bukan dengan berpergian
taksatupun diatasmu hingga ia menaungimu
tak suatupun di bawahmu hingga ia menyanggamu
taksuatupun di depanmu hingga ia membatasimu
taksuatupun di belakangmu hingga ia menemukanmu
ku minta padamu dengan ketulusan dan ke sungguhan
dan peringkat yang telah engkau tamgguhkan
agar tidak kau kembalikan daku pada diriku
setelah kau sambar daku pada kujurku
setelah ia kau hadangi dari diriku.
dan jauhmu dengan batasan bukan dengan pengasingan
dan gaibmu dengan bertirai bukan dengan berpergian
taksatupun diatasmu hingga ia menaungimu
tak suatupun di bawahmu hingga ia menyanggamu
taksuatupun di depanmu hingga ia membatasimu
taksuatupun di belakangmu hingga ia menemukanmu
ku minta padamu dengan ketulusan dan ke sungguhan
dan peringkat yang telah engkau tamgguhkan
agar tidak kau kembalikan daku pada diriku
setelah kau sambar daku pada kujurku
setelah ia kau hadangi dari diriku.
Satukan cinta
kau menatapku aku memandangmu
kau terawang aku di samudra
hempas angin yang meniupmu
aku tunggu sampaikan salamu
kau datang sampaikan senyumu
satukan cinta di hati
jadikan kenangan di masa indah
begitu sinar menyinari
begitu ombak bergelombang
seakan cinta terayun di masa hidupku
hingga ku nanti di ujung waktu
ungkap hati yang tertawa
semanisnya cinta dalam kalbu
satukan cinta di hati.
syair
kau terawang aku di samudra
hempas angin yang meniupmu
aku tunggu sampaikan salamu
kau datang sampaikan senyumu
satukan cinta di hati
jadikan kenangan di masa indah
begitu sinar menyinari
begitu ombak bergelombang
seakan cinta terayun di masa hidupku
hingga ku nanti di ujung waktu
ungkap hati yang tertawa
semanisnya cinta dalam kalbu
satukan cinta di hati.
syair
Minggu, 16 Desember 2007
^_^(...)*
terkucil dalam kegelapan jiwa
bagai terbuang tak ada jiwa
terdiam terbesit menahan luka
kau anggap diriku apa
q cuma bisa
termenung dalam kebisuan
menik mati semua waktu dengan kerapuhan
apakah dayaku tak lama pun ku jatuh
takkan munggkin kau ganti air mata ini
harusnya ku takmenangis dan bersedih
kadang ku pun terdiam di bawah bayangan mu
hatikupun terangkat rasa hina yang dalam
ingin ku ungkapkan padamu seorang
biarlah sudah semua telah di takdirkan
pada lembaran garing tangan ku
bahwa aku memang begini
aku adalah aku
bagai terbuang tak ada jiwa
terdiam terbesit menahan luka
kau anggap diriku apa
q cuma bisa
termenung dalam kebisuan
menik mati semua waktu dengan kerapuhan
apakah dayaku tak lama pun ku jatuh
takkan munggkin kau ganti air mata ini
harusnya ku takmenangis dan bersedih
kadang ku pun terdiam di bawah bayangan mu
hatikupun terangkat rasa hina yang dalam
ingin ku ungkapkan padamu seorang
biarlah sudah semua telah di takdirkan
pada lembaran garing tangan ku
bahwa aku memang begini
aku adalah aku
Langganan:
Postingan (Atom)
Buku tamu
|
|
poto 3D aq
Ada apa denganya...
Ada apa denganya...



